Kerajaan / Kesultanan Islam Samudra Pasai (Abad ke-12M)


Pada masa-masa awal masehi sangat banyak kerajaan yang bercorak Hindu dan Budha berada di bumi Nusantara (termasuk Indonesia), dan setelah itu muncul Agama Islam.

Kerajaan / Kesultanan Islam Samudra Pasai

Agama Islam merupakan Agama yang diturunkan dari langit kepada utusan yang terakhir diutus kepada umat manusia secara keseluruhan yaitu Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam.

Dengan cepat Agama Islam yang awalnya berkembang di kota Mekah dan Madinah menyebar ke seluruh dunia, pada masa khalifah Umar (pemimpin besar / pusat seluruh daerah Islam) berhasil meruntuhkan kerajaan yang menguasai separuh bumi yaitu kerajaan Romawi dan Persia.

Padahal terbentuknya negara Islam yang berpusat di kota Madinah tersebut, pada saat itu belum ada setengah Abad, tetapi sudah berhasil meruntuhkan dua kerajaan raksasa pada saat itu, Romawi yang mayoritas penduduknya beragama Kristen dan Kerajaan Persia yang menganut agama majusi (penyembah api).

Terbentuknya Kerajaan / Kesultanan Samudra pasai
Setelah seluruh kerajaan Persia runtuh dan setengah dari kerajaan Romawi runtuh, maka dengan cepat Agama Islam menyebar ke seluruh dunia, hingga akhirnya di Indonesia, tepatnya di daerah Aceh utara berdiri kerajaan Islam Samudra Pasai. Kerajaan / kesultanan ini dipimpin pertama kali oleh sutan Malik as-Saleh. Tahun berdirinya kerajaan ini diperkirakan oleh para ahli sejarah sekitar tahun 1267.

Kesultanan Samudra pasai ini juga dikenal pada masa itu dengan nama Samudera Darussalam. Kemudian Sultan Malik as-Saleh akhirnya wafat pada tahun 696 Hijriah (kalender Arab) atau 1297 Masehi. Setelah wafatnya Sultan Malik as-Saleh kemudian posisi sultan dilanjutkan oleh putranya Sultan Muhammad Malik az-Zahir.

Sultan Muhammad Malik az-Zahir kemudian memerintah kerajaan / kesultanan Samudra pasai, pada pemerintahan-nya di sektor ekonomi / perdagangan penggunaan koin emas sebagai mata uang semakin dikampanyekan untuk digunakan oleh masyarakat.

Dan pada pemerintahan-nya kesultanan samudra Pasai semakin berkembang dan menjadi salah satu kawasan perdagangan pasa masa itu dan sekaligus menjadi tempat untuk pengembangan dakwah agama Islam ke seluruh tanah Sumatra dan kemudian seluruh nusantara.

Sehingga dengan perkembangan dakwah yang cukup pesat pada pemerintahan sultan Muhammad Malik az-Zahir, sehingga di masa mendatang bermunculan kerajaan yang menganut agama Islam. Sekitar tahun 1326 sultan Muhammad Malik az-Zahir wafat dan digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Ahmad Malik az-Zahir.

Pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Malik az-Zahir, kesultanan / kerajaan Samudra Pasai diserang oleh kerajaan Majapahit sekitar antara tahun 1345 dan 1350, sehingga terpaksa sultan harus menyelamatkan diri keluar dari Ibu kota kerajaan. Dan setelah beberapa lama dari kejadian tersebut, Sultan Ahmad Malik az-Zahir sudah tidak memerintah kerajaan samudra pasai, akibat dari serangan kerajaan majapahit tersebut.

Kerajaan / Kesultanan Samudra Pasai akhirnya kembali bangkit kembali ketika kerajaan Samudra Pasai dipimpin oleh Sultan Zain al-Abidin Malik az-Zahir pada tahun 1383. Sultan Zain al-Abidin Malik az-Zahir memimpin kerajaan Samudra Pasai  hingga tahun 1405. Dijelaskan oleh para ahli sejarah bahwa Sultan Zain al-Abidin Malik az-Zahir tewas oleh Raja Nakur.

Dengan wafatnya Sultan Zain al-Abidin Malik az-Zahir, maka Pemerintahan Kerajaan Samudra Pasai diteruskan oleh istri Sultan Zain al-Abidin Malik az-Zahir yaitu Sultanah Nahrasiyah, yang memimpin beberapa waktu.

Runtuhnya  Kerajaan / Kesultanan Samudra Pasai
Beberapa faktor yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Samudra Pasai, yaitu pemberontakan yang dilakukan sekelompok orang yang ingin memberontak kepada pemerintahan kerajaan Samudra Pasai.
Sehingga karena pemberontakan ini, menyebabkan beberapa pertikaian di Kerajaan Samudra Pasai,

Sehingga terjadilah perang saudara yang membuat pertumpahan darah yang sia-sia. Untuk mengatasi hal ini, Sultan Kerajaan Samudra Pasai waktu itu melakukan sesuatu hal yang bijak, yaitu meminta bantuan kepada Sultan Melaka untuk segera menengahi dan meredam pemberontakan yang menumpahkan darah dengan sia-sia tersebut.

Penyebab besar dari runtuhnya kerajaan Samudra Pasai adalah setelah diserang oleh pasukan portugis, dan pada tahun 1521 Kerajaan Samudra Pasai runtuh setelah ditaklukkan oleh Portugal. Pasukan Portugal ini juga sebelumnya telah menaklukan Melaka tahun 1511.

Demikian telah kita bahas tentang Kerajaan / Kesultanan Samudra Pasai yang berdiri pada abad ke-12 Masehi. Dari kisah / sejarah kerajaan Samudra pasai diatas, dapat kita ambil pelajaran tentang bahayanya melakukan pemberontakan (memberontak tanpa alasan yang benar) yang dapat melemahkan persatuan dan kekuatan sebuah kerajaan atau negara, sehingga (sebagai pelajaran beharga untuk kita semua) kerajaan samudra pasai akhirnya runtuh.

Untuk selanjutnya kita akan membahas tentang Sultan / Raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Samudra Pasai. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.