Pengusiran Portugis Oleh Rakyat Maluku


Pengusiran Portugis Oleh Kerajaan-kerajaan dan Rakyat Maluku - pada pembahasan sebelumnya tentang sebuah kerajaan yang cukup besar di Ternate (Maluku),kerajaan / kesultanan Ternate memiliki pengaruh yang cukup besar di Maluku, bahkan pada daerah-daerah di Indonesia bagian timur, maka bersatulah kerajaan-kerajaan di Maluku, apalagi disaat kedatangan penjajah portugis.


Edisi lengkap sejarah Kesultanan Islam Ternate (Maluku):
Kerajaan / Kesultanan Ternate di Maluku
Kedatangan Agama Islam di Kerajaan / Kesultanan Ternate
Pengusiran Portugis Oleh Rakyat Maluku (Anda di halaman ini)
Kesultanan Islam Ternate Membendung Penjajahan Barat Di Maluku
Upaya Rakyat Kesultanan Islam Ternate Melawan Belanda


Kedatangan penjajah Portugis ke kerajaan / kesultanan Ternate dan secara umum di daerah Maluku, tujuannya bukan untuk berdagang rempah-rempah melainkan untuk menguasai rempah-rempah yang dimiliki oleh para penduduk di Maluku. Sehingga jadilah posisi Portugis di Maluku sebagai penjajah yang ingin menguasai kerajaan-kerajaan di Maluku.

Adapun cara yang dilakukan oleh Bangsa Portugis untuk menguasai daerah Maluku dijelaskan oleh para ahli sejarah, mereka (bangsa Portugis) menggunakan cara-cara yang licik, seperti mengadu domba pangeran Hidayat dan Abu Hayat  dengan pangeran Tarruwese, sehingga terjadilah perang saudara sesama penduduk di Maluku, karena memang pangeran Tarruwese dibantu oleh pihak Portugis maka akhirnya pangeran Taruwese berhasil memenangkan perang saudara.

Dan kelicikan bangsa Portugis-pun berlanjut, setelah pangeran Taruwese meraih kemenangan, justru pangeran Taruwese dikhianati dan dibunuh oleh Portugis. Sehingga setelah peristiwa tersebut, maka dengan berjalannya waktu, Portugis mulai memiliki posisi dan pengaruh di sebagian daerah Maluku, sehingga kesempatan Portugis untuk menjajah dan menguasai daerah Maluku semakin terbuka lebar.

Pengusiran Portugis Oleh Kerajaan-kerajaan dan Rakyat Maluku

Portugis yang sudah memiliki posisi dan pengaruhnya membujuk petinggi kerajaan untuk mengangkat pangeran Tabariji sebagai sultan atau pemimpin kerajaan Ternate, hingga akhirnya pangeran Tabariji (menjadi Sultan tahun 1533 – 1534) diangkat menjadi sultan. Adapun tujuan Portugis mendorong pangeran Tabariji untuk menjadi sultan agar menjadikannya sebagai boneka, dalam rangka untuk menguasai politik dan militer kerajaan.

Tetapi lama-kelamaan pangeran Tabariji menunjukkan sikap bermusuhan pada Portugis, sehingga Portugis melakukan siasat licik dengan memfitnah dan membuang pangeran Tabariji ke Goa, disana dia dipaksa oleh Portugis untuk menandatangani perjanjian untuk menjadikan kesultanan Ternate menjadi kerajaan Kristen yang dibawah kekuasaan Portugis.

Melihat kelicikan-kelicikan yang dilakukan oleh Portugis membuat Sultan Khairun yang menjadi sultan setelahnya (masa kepemimpinan pada 1535 – 1570) bertekad untuk mengusir orang-orang Portugis dari seluruh daerah Maluku, sehingga bersama seluruh rakyat Maluku. Sultan Khairun mengobarkan perang untuk mengusir Portugis, walaupun waktu itu Portugis juga sudah sangat kuat.

Portugis sudah memiliki banyak benteng dan juga memiliki sekutu, sehingga sekutu-sekutu Portugis yang merupakan orang-orang Maluku digunakan oleh Portugis sebagai alat untuk menghadang Pasukan kesultanan / kerajaan Ternate dan kerajaan lainnya.  Tetapi dengan kegigihan, akhirnya Portugis meminta damai kepada sultan Khairun.

Lalu diundanglah sultan Khairun ke meja perundingan oleh Gubernur Portugal (Lopez de Mesquita) yang menguasai sebagian daerah Maluku, tetapi bukannnya menerima Sultan untuk berunding, malah sultan Khairun dikhianati dan dibunuh secara licik. Karena perlakukan Portugis ini, membuat Sultan Ternate setelahnya yaitu Sultan Baabullah (1570-1583) menyerukan untuk rakyat Ternate untuk mengusir Portugis dari Maluku.

Seruan Sultan Baabullah ini bukan hanya ditanggapi oleh rakyat Ternate tetapi seluruh Maluku bersatu dibawah kepemimpinan Sultan Baabullah ini, sehingga  pos-pos Portugal di seluruh Maluku bahkan di wilayah timur Indonesia digempur, dan peperangan ini berlangsung selama 5 tahun, hingga akhirnya orang-orang Portugis berhasil diusir dan meninggalkan Maluku pada tahun 1575. Sehingga setelah itu baru Kerajaan atau Kesultanan Ternate ini berkembang dengan sangat pesat hingga Masuk ke  Pulau Sulawesi yaitu bagian Sulawesi bagian tengah, utara, dan barat.

Demikian pembahasan kita tentang pengusiran Portugis oleh Seluruh Kerajaan dan rakyat Maluku, semoga dapat bermanfaat.